Wednesday, April 16, 2014

Nasib Guru TIK di Kurikulum 2013

Nasib Guru TIK di Kurikulum 2013Salah satu pertanyaan yang muncul ketika Kurikulum 2013 datang adalah tentang bagaimana nasib guru TIK. Pertanyaan ini muncul karena mata pelajatan TIK adalah salah satu pelajaran yang akan hilang dari Kurikulum 2013.

Pemerintah mengatakan bahwa TIK tidak dihilangkan, tetapi diintegrasikan ke semua mata pelajaran. Atau dengan bahasa lain, semua mata pelajaran nantinya akan berbasis TIK.

Baiklah, walau agak membingungkan, kita terima saja alasan dasar pemerintah mengapa TIK tidak lagi menjadi mata pelajaran yang bediri sendiri. Masalahnya mau dikemanakan guru-guru TIK?

Beberapa Skenario:

Dari sebuah blog yang saya baca, ada beberapa skenario agar para guru TIK tidak bingung. Skenario-skenario itu adalah sebagai berikut:

  1. Guru TIK tidak lagi mengajar TIK tetapi pindah mengajar mata pelajaran lain yang sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Skenario ini paling tepat bagi mereka yang bukan lulusan komputer. Cukup banyak memang guru TIK yang latar pendidikannya justru bukan dari pendidikan komputer.
  2. Bagi guru TIK yang latar pendidikannya komputer bisa pindah atau bermutasi ke SMK yang memiliki program studi Teknik Komputer dan Informatika. Masalahnya, apakah SMK yang ada bisa menampung semua guru TIK?
  3. Mengajar mata pelajaran prakarya. Ini bisa dilakukan karena mapel prakarya adalah mapel baru yang jelas belum ada gurunya. Permasalahannya adalah, bagi guru TIK yang sudah disertifikasi, mungkin ia harus sertifikasi ulang untuk mapel prakarya.
  4. Guru TIK direkrut untuk menjadi pelatih guru-guru mata pelajaran lain dalam menerapkan TIK sebagai basis mata pelajaran lain tersebut. 
Semua skenario tersebut adalah beberapa alternatif yang mungkin bagi guru TIK. Tapi ini baru wacana karena pemerintah sendiri belum belum memberi peraturan yang pasti tentang nasib guru TIK.

TIK Dimasukkan ke Prakarya

Ada yang melontarkan gagasan atau anggapan bahwa TIK mungkin bisa dimasukkan ke dalam mata pelajaran prakarya di kurikulum 2013. Ini terutama disebabkan bahwa aspek pada mata pelajaran Prakarya meliputi Kerajinan, Rekayasa, Budi Daya, dan Pengolahan. Nah karena ada aspek Rekayasa (teknologi) maka orang mengira TIK bisa dimasukkan ke Prakarya. Benarkah begitu?

Setelah membaca Buku Guru Prakarya yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, saya  menyimpulkan bahwa TIK tidak bisa dimasukkan ke Prakarya. Karena dalam uraian mengenai Rekayasa di sana dikatakan: Rekayasa dikaitkan dengan kemampuan teknologi dalam merancang, merekonstruksi, dan membuat benda produk yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan pemecahan masalah. Sebagai contoh: rekayasa penyambungan merupakan kerja menyambung balok kayu untuk membuat susunan (konstruksi) kerangka atap rumah, harus dilakukan dengan prinsip ketepatan agar susunan rumah tidak mudah runtuh.

Rasanya dengan uraian seperti dikutif diatas, TIK tidak bisa dimasukkan kedalam mata pelajaran Prakarya. Mungkin Anda berpendapat lain.

Yang pasti, kita tunggu saja apa yang akan dilakukan pemerintah terhadap para guru TIK yang sebentar lagi atau sudah kehilangan lahannya. Ya, sebaiknya kita tunggu.
Share Article on :

No comments:

Post a Comment