Showing posts with label Cerita. Show all posts
Showing posts with label Cerita. Show all posts

Wednesday, November 7, 2012

Cerita Lucu Calon Sekretaris

Sebuah akademi sekretaris sedang diakreditasi. Kepada asesor yang ditugaskan melakukan penilaian, kepala akademi membanggakan akedemi yang dipimpinnya dan mahasiswi-mahasiswinya.

"Mahasiswi-mahasiswi kami itu luar biasa," katanya. "Mereka mampu mengetik bahkan dengan mata tertutup!"
"Begitukah...?" tanya asesor. "Bisa kita buktikan?"
"Ayo kita buktikan..!" kata kepala akademi.

Maka mereka pun menuju ke salah satu ruang dimana berkumpul para calon sekretaris yang cantik-cantik.
Si asesor bertanya kepada mereka, "Siapa diantara kalian yang dalam seminggu ini pernah bolos kuliah?"
Ada tiga orang mahasiswi yang mengacungkan tangan.
"Saya minta kalian maju ke depan. Saya ingin menguji kepandaian kalian dalam mengetik," kata asesor.

Ketiga calon sekretaris ini maju ke depan. Masing-masing menghadapi sebuah mesin tik. Siap untuk diuji asesor.
"Nama kamu siapa..?" tanya asesor kepada calon sekretaris yang pertama.
"Devi, Pak!"
"Kamu...?" tanya asesor kepada calon sekretaris yang kedua.
"Tina..!" jawab yang kedua.
"Dan kamu...?" tanya asesor kepada calon sekretaris yang ketiga.
"Dahlia, Pak..!" jawab yang ketiga.
"Baik,..Devi, Tina, dan Dahlia...saya minta kalian mengetikkan apa alasan kalian bolos kuliah pada waktu itu. Mata kalian akan ditutup dengan kain karena kata kepala akademi, kalian adalah pengetik yang handal."

Mata ketiga calon sekretaris ini ditutup dengan kain. Mereka siap menunggu aba-aba dari asesor.
"Nah, silakan kalian mulai..! Ketikkan apa alasan kalian bolos kuliah!" seru asesor memberi tanda mulai.
Maka ketiganya pun mulai mengetik. Ketiganya begitu cekatan. Tangan-tangan mereka begitu lincah di atas huruf-huruf mesin tik masing-masing.

Setelah ketiganya selesai mengetik, si asesor mengambil satu demi satu kertas dari mesin tik para calon sekretaris ini.
"Baik,...yang pertama Devi. Devi di sini kamu mengetik: ada kepentingan keluarga. Wah hebat. Ternyata benar kamu mengetiknya hebat."
"Yang kedua,..Tina. Di sini Tina mengetik: tidak punya ongkos. Hebat..! Sempurna! Tidak ada kata yang salah."
Pas giliran kertas ketiga, yang diketik Dahlia, si asesor berkerut keningnya.
"Dahlia, ini kamu mengetik apa...? Kok saya tidak bisa baca...?" kata asesor.
"Ah, yang benar, Pak...?!" kata Dahlia sedikit terkejut.
"Bener...saya tak bisa baca. Memangnya kamu mengetik apa?" tanya asesor.
" Saya mengetik: nenek saya sakit," kata Dahlia.
"Lha, ini apa...? Coba kamu baca sendiri!" kata asesor.

Dahlia mengambil kertas tersebut dan membacanya. Tiba-tiba mukanya berubah merah. Dengan tersipu-sipu malu ia pun berkata, "Aduh..maaf, Pak,....ketuker 'n' sama 'm'...!!"

Sunday, October 21, 2012

Cerita Lucu Seorang Laki-laki dan Malaikat Pelindung

Seorang lelaki tengah berjalan di sebuah jalan ketika ia mendengar suara di belakangnya, “Jika kamu melangkah satu langkah lagi, sebuah batu bata akan jatuh di atas kepalamu dan membunuhmu.”

Si laki-laki berhenti dan sebuah batu bata besar jatuh tepat 

dihadapannya. Laki-laki tersebut merasa sangat heran.

Dia kembali berjalan, dan tak lama kemudian dia hendak menyeberang. Sekali lagi suara tadi berteriak, “Stop! Jika kamu mengambil satu langkah lagi sebuah mobil akan menabrakmu dan kamu akan mati.” Si laki-laki mengikuti  perintah ini tepat ketika sebuah mobil melaju dalam keadaan miring yang nyaris mengenainya.


Si laki-laki bertanya, “Siapa kamu?”
“Aku adalah malaikat pelindungmua,” jawab si suara.
“Oh, yaa?!” Tanya si laki-laki. “Lalu di manakah kamu ketika aku menikah?”


Sumber: Fun and Entertainment Blog



Cerita Tentang Sikap Pantang Menyerah

Suatu hari seorang gadis sedang mengemudi bersama ayahnya.
Mereka tiba di suatu badai, dan si gadis bertanya pada ayahnya, “Apa yang harus aku lakukan?"
"Tetap mengemudi," kata ayahnya. 
Mobil mulai terhempas ke tepi, badai semakin memburuk.
"Apa yang harus aku lakukan?" Tanya si gadis.
"Tetap mengemudi," jawab ayahnya.
Sampai beberapa meter, ia melihat delapan belas kendaraan juga terhempas ke sisi.
Dia berkata kepada ayahnya, "Saya harus menepi, aku hampir tidak bisa melihat ke depan. Ini Mengerikan, dan semua orang terlempar!"
Ayahnya berkata kepadanya, "Jangan menyerah, terus saja mengemudi!"
Sekarang badai benar-benar mengerikan, tapi dia tidak berhenti mengemudi.
Tak lama setelah itu dia bisa melihat sedikit lebih jelas.
Setelah beberapa mil dia sampai di tanah kering, dan sinar matahari menampakkan diri.
Ayahnya berkata, "Sekarang kamu bisa menepi dan keluar."
Si gadis berkata "Tapi mengapa sekarang?"
Kata si ayah, "Keluarlah dan lihat kembali ke belakang semua orang yang menyerah dan masih dalam badai.  Karena kamu tidak pernah menyerah, badaimu sekarang telah berakhir”

Ini adalah kesaksian bagi siapa saja yang sedang mengalami "masa-masa sulit".
Hanya karena orang lain - bahkan yang terkuat sekalipun – menyerah, tidak berarti anda pun harus menyerah. Jika anda jalan terus, badai Anda akan segera berakhir dan matahari akan kembali menyinari wajah Anda. 


foto orang pantang menyerah
Never Give Up!


Cerita ini di-Indonesiakan dari: http://funnchill.com

Thursday, October 18, 2012

Kisah Orang Bodoh dan Srigala


Adalah seorang laki-laki yang merasa hidupnya kurang mujur.
Penghidupannya kurang baik, penghasilan tidak menggembirakan.
Timbullah keinginannya untuk bertemu Sang Nasib.
Hendak ditanyakan kepadanya, sebab apakah gerangan nasibnya,
buruk benar menurut hematnya.
Berangkatlah ia berkelana, mencari Sang Nasib kemana-mana.

Sampailah ia di tengah rimba, dimana ia bertemu srigala.
”Hendak kemanakah engkau kiranya?”, tanya srigala.
”Aku tengah mencari Sang Nasib. Hendak kuminta ia memutarkan roda nasib untukku!”.
”Baiklah jika begitu. Jika kau jumpa dia, tolong tanyakan pula perihal sakit kepalaku yang tak sembuh-sembuh. Tanyakan padanya, apakah gerangan obatnya?!”, kata srigala.
”Baiklah akan kusampaikan pesanmu!”.
Maka kembalilah ia melanjutkan pencariannya.

Di suatu tempat di suatu malam ia berjumpa dengan penjaga malam.
”Hendak kemanakah engkau ini?”, tanya si penjaga malam.
”Aku mencari Sang Nasib. Hendak kuminta ia memutarkan roda nasib untukku”, katanya.
”Baiklah jika begitu. Tolong sampaikan pula pesanku. Pekerjaanku sangat berat, tapi penghasilanku amat sedikit. Tolong tanyakan padanya, bagaimanakah caranya agar aku bisa mengubah nasibku!”, pesan si penjaga malam.
”Baiklah, akan kusampaikan pesanmu!”, kata lelaki itu.
Lelaki itu pun kembali pada perjalanannya.

Sampailah ia di tepi sebuah sungai. Disana ia bertemu dengan seekor ikan besar.
”Hendak kemanakah engkau?”, tanya si ikan.
”Aku tengah mencari Sang Nasib. Aku hendak mengadukan nasibku”, kata lelaki itu.
”Baiklah”, kata si ikan. ”Jika kau temukan dia, tanyakan pula apa sebabnya mulutku tak bisa menutup. Sebagai imbalan, kuseberangkan kamu ke seberang sana”, lanjut si ikan.
”Baiklah, akan aku sampaikan permohonanmu!” tegas lelaki itu. Maka menyeberanglah ia di atas punggung ikan itu.
Sesampainya di seberang, lelaki itu melanjutkan pengembaraannya.

Setelah sekian lama ia berkelana, mencari  Sang Nasib kemana-mana, dengan segala peristiwa yang ia jumpai dalam pengembaraannya, maka bertemulah ia dengan Sang Nasib di tempat kediamannya.
diadukannyalah segala apa yang menjadi keluh kesahnya. Yaitu tentang segala ketidakberuntungannya. Ia memohon agar Sang Nasib berkenan memutarkan kembali roda nasib untuknya.
”Baiklah jika itu keinginanmu. Akan aku putarkan roda nasib untukmu. Semoga engkau mendapatkan nasib yang lebih baik kini”, tegas Sang Nasib menunjukkan kemurahan hatinya.

Maka diputarlah roda nasib. Kemudian Sang Nasib bertanya lagi, ”Selama engkau dalam perjalanan ke sini, adakah engkau bertemu yang lainnya?”.
Diceritakannyalah perihal si srigala, si penjaga malam, si ikan, serta permintaan mereka.
”Tentang si ikan, ada dua butir mutiara dimulutnya. Jika kau ambil mutiara itu, si ikan akan bisa menutup mulutnya. Tentang si penjaga malam, suruhlah orang itu menggali lubang di sebelah barat rumahnya. Di sana akan ditemukan dua guci berisi penuh emas. Cukup untuk mengubah nasibnya. Lalu tentang si srigala, dia harus memakan kepala orang terbodoh di negeri ini. Dengan cara itu maka ia akan sembuh dari sakitnya!”, begitulah penjelasan Sang Nasib.

Setelah berterima kasih dan minta diri, maka lelaki itu pun pergi hendak kembali ke negerinya sambil menunggu roda nasib yang telah di putarkan untuknya.
Di tepi sungai ia kembali bertemu ikan besar. Diambilnya dua mutiara dari mulut ikan itu. Maka kini si ikan dapat menutupkan mulutnya.
”Ambillah mutiara itu untukmu. Pastilah mutiara itu mahal harganya!”, kata si ikan.
”Aku tidak memerlukan mutiara ini. Sang Nasib telah memutarkan roda nasib untukku!”, kata lelaki itu. Di lemparkannya dua mutiara itu ke sungai.

Sesampainya di tempat si penjaga malam, disampaikannya pesan Sang Nasib pada orang itu. Dibantunya orang itu menggali lubang di dekat rumahya. Benar saja, di sana diketemukan dua guci penuh emas. Alangkah gembiranya penjaga itu.
”Ambillah satu guci ini untukmu. Pastilah kau akan dapat mengubah nasib dengan emas sebanyak ini!”, kata si penjaga malam.
”Tidak! Aku tak membutuhkan emas ini. Sang Nasib telah memutarkan roda nasib untukku. Cukuplah itu bagiku. Aku hendak menunggu saja nasibku kini!”, kata lelaki itu.
Maka berlalulah lelaki itu meneruskan perjalanan pulang ke kampung halamannya.

Ketika ia kembali bertemu si srigala, maka disampaikanlah pesan Sang Nasib untuk si Srigala.
”Engkau, katanya, harus memakan kepala orang terbodoh di negeri ini!”, kata si lelaki kepada srigala.
Si srigala termenung sebentar. ”Adakah Sang Nasib katakan ciri-ciri orang itu?”, tanya si srigala.
”Oh, aku lupa menanyakannya!”, jawab si lelaki.
”Adakah engkau berjumpa yang lain selain aku, dalam perjalananmu...?”, tanya si srigala.
Diceritekanlah oleh lelaki itu segala apa yang dialami, yaitu perjumpaannya dengan si penjaga malam dan juga si ikan besar di sebuah sungai.

Selesai ia bercerita, maka melompatlah si srigala ke arah lelaki itu dan menerkamnya.
”Engkaulah yang harus aku makan! Engkaulah orang terbodoh di negeri ini. Kau tolak mutiara pemberian si ikan. Kau tolak pula emas pemberian si penjaga malam. Kau bodoh,... orang terbodoh di negeri ini!”, kata si srigala.
Maka dimakanlah kepala orang itu oleh si srigala, dan sembuhlah sakit kepalanya. 

Demikianlah kisah ini berakhir.
Hendaklah kita semua, para pembaca, dapat mengambil pelajaran daripadanya..
Janganlah hendak menunggu nasib saja. Manfaatkan setiap kesempatan selagi ada.


Catatan:
Cerita ini adalah cerita rakyat Turki yang pernah saya baca pada sebuah buku dan saya ceritakan kembali untuk Anda.

Tuesday, October 16, 2012

Sebuah Cerita Tentang Pelajaran Berharga


Photo by iOnix from Pexels

Sepasang suami-istri muda baru saja berpindah rumah ke suatu lingkungan baru.
Suatu pagi ketika mereka sedang menyantap sarapan, si wanita muda melihat tetangganya sedang menjemur cucian di luar. 
”Cuciannya tidak benar-benar bersih” katanya
”Dia tidak tahu cara mencuci yang benar.
Mungkin dia butuh sabun cuci yang lebih baik“
Suaminya ikut memperhatikan tanpa komentar.

Setiap kali tetangganya menjemur cucian,
Si wanita muda ini akan memberikan komentar yang sama.

Kira-kira satu bulan kemudian,
Si wanita ini terkejut melihat cucian yang begitu bersih di sana
Dan berkata kepada suaminya:
”Lihat, dia sudah belajar bagaimana mencuci yang benar.
Saya heran siapa yang mengajarinya “
Si suami berkata:
Aku bangun cepat pagi ini dan membersihkan kaca jendela kita.“
 
Dan begitu pula dengan hidup.
Apa yang kita lihat ketika mengamati orang lain tergantung pada kebersihan (kesucian) jendela dimana kita melihat !!!

Sebuah pelajaran yang amat berharga

Di Indonesiakan dari: http://funnchill.com

Cerita Lucu Tentang Kematian

Kematian mendatangi seseorang dan berkata,”Sahabatku hari ini adalah harimu”
Orang itu berkata,”Tetapi aku tidak siap!”
Kemudian kematian berkata,”Namamu adalah yang berikutnya di daftarku…”
Maka orang itu berkata,”Ok mengapa kau tak duduk dulu dan aku akan mengambil sesuatu untuk dimakan sebelum kita pergi?”
Kemudian kematian berkata,”Baiklah…”.
Orang itu memberi kematian beberapa makanan dengan pil tidur di dalamnya. Kematian pun tertidur pulas setelahnya memakan makanan tersebut.
Orang itu mengambil daftar dan memindahkan namanya dari posisi teratas ke posisi terbawah.
Ketika kematian bangun dari tidur, dia berkata pada orang itu , “Aku akan mulai dari posisi terbawah dari daftar karena kamu telah begitu baik kepadaku..” 



Lelucon di atas aslinya dalam bahasa Inggris yang kami kutif dari: http://funnchill.com

Saturday, October 6, 2012

Kisah Seorang Raja Yang Kehilangan Jari Kelingkingnya

Dahulu kala hiduplah seorang raja. Raja ini kegemarannya adalah berburu. Sering ia pergi ke hutan di sekitar kerajaannya dengan membawa bala tentara dan para pembesar kerajaan untuk berburu. 
Suatu hari ia memanggil penasehat kerajaan. "Penasehat, sudah lama kita tidak berburu. Bagaimana jika esok pagi kita pergi berburu lagi?"
"Daulat, Tuanku. Saya setuju. Saya juga sudah lama tidak jalan-jalan keluar kerajaan," jawab penasehat.
"Bagus kalau begitu!" kata baginda raja.
Maka esoknya raja dan penasehat, diiringi bala tentara kerajaan berangkat menuju hutan untuk melakukan perburuan.