Showing posts with label Kesehatan. Show all posts
Showing posts with label Kesehatan. Show all posts

Tuesday, December 11, 2012

3 Latihan Pernafasan Agar Sehat dan Bugar Dari Dr.Weil

latihan pernafasan
Pernafasan sebenarnya bisa dikendalikan dan diatur sehingga dapat menjadi cara untuk relaksasi dan menenangkan pikiran. Dr.weil merekomendasikan tiga latihan pernafasan untuk rileks dan mengurangi stress: The Simulating Breath, The 4-7-8 Breathing Exercise (juga disebut Nafas Relaksasi), dan Breath Counting. Cobalah masing-masing latihan ini dan lihat bagaimana pengaruhnya terhadap stress dan tingkat kecemasan Anda.


Latihan 1:
The Stimulating Breath (disebut  juga Nafas Bawah)

Latihan ini diadaptasikan dari teknik pernafasan Yoga. Tujuannya adalah untuk meningkatkan energi vital dan menambah kesiagaan.
  • Tarik dan keluarkan nafas secara cepat melalui hidung, mulut tetap tertutup tapi rileks. Durasi tarik dan keluarkan nafas harus sama, tetapi sependek mungkin. Ini adalah latihan pernafasan yang berisik.
  • Cobalah tiga siklus masuk-dan-keluar pernafasan per detik. Ini akan menghasilkan gerakan cepat diafragma. Bernafaslah secara normal setelah masing-masing siklus.
  • Jangan melakukannya lebih dari 15 detik pada percobaan pertama. Setiap kali Anda berlatih latihan ini, Anda bisa menambah waktu latihan dengan lima detik dan seterusnya, sampai Anda mencapai satu menit penuh.
Jika dilakukan secara benar, Anda akan merasa segar, dengan kesadaran yang semakin tinggi. Anda harus merasakan usaha pada belakang leher, diafragma, dada dan perut. Cobalah latihan ini jika Anda butuh peningkatan energi.

Latihan2:
Latihan 4-7-8 (Pernafasan Relaksasi)

Latihan ini benar-benar mudah, tidak butuh waktu banyak, tidak butuh perlengkapan dan dapat dilakukan dimanapun.  Walau dapat dilakukan dengan posisi apapun, duduklah dengan punggung tegak selama Anda menjalani latihan ini. Tempatkan ujung lidah Anda pada jaringan dibelakang gigi-gigi depan bagian atas dan pertahankan ini selama latihan. Anda akan mengeluarkan nafas melalui mulut di sekitar lidah Anda.
  • Keluarkan nafas sepenuhnya lewat mulut, membuat suara wusss
  • Tutup mulut anda dan tarik nafas melalui hidung sampai empat hitungan (dalam hati)
  • Tahan nafas sampai hitungan ke tujuh
  • Keluarkan nafas sepenuhnya melalui mulut, membuat suara wuss sampai hitungan ke 8.
  • Ini adalah satu nafas. Sekarang tarik nafas lagi dan ulang siklus tiga kali lagi sampai Anda melakukan empat nafas.
Catat bahwa Anda selalu menarik nafas diam-diam melalui hidung dan mengeluarkannya dengan bersuara lewat mulut. Ujung lidah anda tetap dipossisinya sepanjang waktu. Pengeluaran nafas adalah dua kali lamanya dari hirupan nafas.

Latihan ini merupakan obat penenang alami untuk system syaraf. Tidak seperti obat penenang yang ada yang efektivitasnya makin turun seiring waktu, latihan ini mulanya tidak begitu terasa efeknya tapi makin besar kekuatannya dengan semakin seringnya latihan. Lakukan setidaknya dua kali sehari. Jangan lakukan terlalu sering. Jangan lakukan lebih dari empat nafas pada satu kali latihan untuk bulan pertama latihan. Nanti, jika Anda menginginkan, Anda dapat menambahnya menjadi delapan nafas. Jika Anda merasa pusing pada saat latihan awal, jangan terlalu dipikirkan, nanti juga akan hilang.

Sekali Anda mengambangkan teknik ini dengan cara mempraktikkannya setiap hari, akan sangat membantu Anda. Gunakan setiap kali Anda menghadapi masalah – sebelum bereaksi. Gunakan dimanapun anda merasakan ketegangan internal. Gunakan untuk agar Anda bisa tidur.

Latihan 3:
Penghitungan Nafas (Breath Counting)

Jika Anda menginginkan sesuatu yang menantang, cobalah latihan yang satu ini. Ini merupakan teknik sederhana yang banyak dipakai dalam latihan Zen.
  • Duduklah dengan posisi nyaman dengan punggung tegak dan kepala sedikit kedepan. Tutup dengan  perlahan mata Anda dan ambillah beberapa tarikan nafas yang dalam. Kemudian biarkan nafas terjadi secara alami tanpa mempengaruhinya. Seharusnya akan bersifat tenang dan perlahan, tetapi kedalaman dan ritmenya bisa beragam.
  • Untuk memulai latihan, hitung “satu” dalam hati pada saat menghembuskan nafas.
  • Pada saat hembusan nafas selanjutnya, hitung “dua”, dan seterusnya sampai hitungan “lima”
  • Lakukan siklus nafas baru, hitung “satu” pada saat hembusan nafas selanjutnya.
Jangan menghitung lebih dari “lima” dan menghitunglah hanya ketika menghembuskan nafas.
Cobalah untuk melakukan bentuk meditasi yang satu ini sampai 10 menit.

Catatan: di-Indonesiakan dari Breathing: Three Exercises
penerjemah asli tulisan ini: admin smppgrijatinangor.blogspot.com

Thursday, November 15, 2012

Autisme Berhubungan Dengan Demam Atau Flu Saat Kehamilan


Sebuah studi menunjukkan bahwa demam atau flu saat kehamilan dapat dikaitkan dengan perkembangan autisme pada anak-anak. Para peneliti merasa ragu-ragu untuk menarik kesimpulan yang kuat tentang hal ini, tapi paling tidak studi ini adalah yang kedua yang menunjukkan hubungan ini.

Para peneliti mengikuti ibu-ibu di Denmark dan hampir 97.000 anak-anak mereka antara tahun 1997 dan 2003. Selama studi, 976 anak-anak dalam penelitian ini didiagnosis menderita autisme.

Anak-anak lebih mungkin didiagnosis menderita autisme jika ibu mereka mengalami flu atau demam berkepanjangan selama trimester pertama atau kedua kehamilan.

Tapi topik ini memerlukan penelitian lebih lanjut sebelum kesimpulan yang lebih kuat dapat ditarik, kata peneliti Hjordis OSK Atladottir, dari University of Aarhus.

"Sekitar 99 persen wanita mengalami influenza, demam atau minum antibiotik selama kehamilan dan mereka TIDAK memiliki anak yang autis," tulis Atladottir kepada MyHealthNewsDaily.

Dr Marshalyn Yeargin-Allsopp, kepala Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Developmental Disabilities Branch, yang tidak terlibat dalam penelitian, mengatakan, "Kami tidak merekomendasikan secara klinis bahwa dokter harus mengubah manajemen ibu hamil berdasarkan temuan ini."

Salah satu alasan untuk berhati-hati mungkin bahwa wanita hamil yang ingin menurunkan risiko autisme anak mereka  hanya perlu mematuhi pedoman yang ada, yang merekomendasikan mendapatkan vaksinasi flu, dan mengobati demam dengan mengambil acetaminophen dan menghubungi dokter.

Beberapa peneliti dibuat bingung oleh kehati-hatian para penulis '.
"Data menunjukkan bahwa infeksi flu si ibu atau demam berkepanjangan meningkatkan risiko autisme pada keturunannya - peningkatan dua kali lipat," kata Paul H. Patterson, seorang profesor biologi yang meneliti hubungan antara infeksi dan perkembangan saraf di Institut Teknologi California .

Memperhatikan bahwa temuan baru ini konsisten dengan penelitian lain, Patterson mengatakan, "Aku tidak jelas mengapa mereka tampak soft-pedal hasil mereka dalam kesimpulan mereka."

Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Mei dari para peneliti di University of California, Davis menemukan hubungan yang sama , menunjukkan bahwa ibu dari anak-anak dengan autisme lebih cenderung mengalami demam berkepanjangan pada trimester pertama atau kedua akhir kehamilan, dibandingkan dengan ibu dari anak-anak yang tidak memiliki autisme.

Irva Hertz-Picciotto, seorang penulis temuan UC Davis, mengatakan sementara alasan bahwa demam atau flu selama kehamilan dapat dikaitkan dengan autisme tidak jelas, diperkirakan bahwa peradangan mungkin memiliki efek buruk pada perkembangan otak awal.

"Saya pikir ada beberapa bukti bahwa mungkin peradangan pada jaringan yang salah pada waktu yang salah bisa mengganggu proses perkembangan yang normal," kata Hertz-Picciotto.

Ada juga bukti hubungan antara ibu yang mengalami kondisi peradangan seperti diabetes dengan autisme pada anak-anak , tapi hubungan ini juga belum meyakinkan, katanya.

"Ada beberapa bukti yang berkembang bahwa dalam neurodevelopment, ini bisa menjadi bagian dari proses patologis, ini dapat menyebabkan sindrom tipe perilaku," kata Hertz-Picciotto.

Memang, para peneliti baru saja mulai mengembangkan pemahaman tentang penyebab autisme, para ahli mengatakan.
"Kami tahu lebih banyak daripada yang kita tahu lima tahun lalu, namun ilmu ini benar-benar dalam masa pertumbuhan," kata Coleen Boyle, dari CDC.

Sebuah studi CDC-disponsori, yang disebut Studi untuk Jelajahi Pengembangan Awal (SEED), mengikuti lebih dari 2.700 anak di California, Colorado, Georgia, Maryland, North Carolina dan Pennsylvania, dengan harapan mengidentifikasi faktor-faktor yang mungkin mempengaruhi gangguan spektrum autisme.

Boyle mengatakan bahwa lingkungan yang mungkin menjadi penyebab autisme dapat lebih menantang untuk penelitian daripada penyebab genetik gangguan ini. Sebagai contoh, data dalam studi baru harus dikumpulkan mulai pada 1990-an.

"Anda hanya dapat melihat waktu yang diperlukan untuk mengumpulkan informasi seperti itu," kata Boyle.
"Tidak banyak orang yang memperhatikan faktor-faktor lingkungan ini," kata Hertz-Picciotto."Ini adalah sesuatu yang orang harus lebih perhatikan."

Sumber: livesciense.com
penerjemah asli: admin smppgrijatinangor.blogspot.com

Saturday, July 14, 2012

7 CARA AGAR ANDA HIDUP BAHAGIA

Semua orang pasti ingin bahagia. Tak seorang pun ingin hidupnya merana. Adakah cara atau metode agar kita hidup bahagia. Berikut 7 cara yang akan membuat anda bahagia. Selamat membaca dan mencoba.

Lakukan Aktivitas Budaya

Orang yang menikmati seni, seperti musik dan aktivitas budaya lainnya cenderung lebih berbahagia dan lebih sehat. Ini menurut hasil penelitian yang dipublikasikan di Journal of Epidemiology pada bulan Mei 2011. Untuk kaum pria, aktivitas fisik, hobi di luar rumah, bekerja sebagai relawan juga berhubungan dengan kebahagiaan. Bagi para wanita bisa berupa kegiatan keagamaan di mesjid atau kegiatan olah raga. 

Peliharalah Kucing atau Anjing

kucing
Pemilik binatang piaraan katanya juga adalah kelompok yang cenderung lebih bahagia. Sebuah survey terhadap pemilik binatang piaraan dan bukan pemilik binatang piaraan yang dipublikasikan di Journal of Personality and Social Psychology pada bulan Juli 2011 mengungkapkan bahwa orang-orang yang memiliki anjing mengatakan bahwa binatang piaraan mereka menambah harga diri dan juga rasa memiliki. Penelitian ini dilakukan di Amerika. Pada tahun 2007, dua per tiga rumah tangga di Amerika memiliki setidaknya satu binatang piaraan. Saya kira ini ada kaitannya dengan semakin renggang dan semakin berkurangnya keakraban dan kehangatan hubungan social di negara tersebut. Untuk Indonesia yang hubungan interpersonalnya masih erat dan kuat, pastilah tak dibutuhkan binatang peliharaan untuk bahagia. Orang Indonesia yang kesepian di tengah keramaian masih relatif sedikit dibandingkan dengan di Amerika sana.

Bersyukur

Sebuah penelitian yang hasilnya di muat di Journal of Clinical Psychology pada tahun 2010, menemukan bahwa orang-orang dibiasakan menulis tiga hal baik yang terjadi atas diri mereka setiap minggunya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam hal kebahagiaan. Penemuan lainnya dari penelitian tersebut adalah bahwa para partisipan yang menulis kata-kata ucapan terimakasih terhadap orang lain juga mengalami peningkatan kebahagiaan. Intinya adalah semakin yang anda ingat adalah keberuntungan demi keberuntungan (bukannya kemalangan demi kemalangan) maka semakin anda bahagia. Semakin banyak rasa syukur anda kepada Tuhan, dan semakin banyak rasa terima kasih serta penghargaan terhadap bantuan orang lain maka semakin anda bahagia. Ah, ini betul sekali. Kata Mas Tukul mah “absolutely right”

Memupuk Sifat Altruisme

Review pada tahun yang sama, tahun 2010 menemukan bahwa memberi kepada orang lain dapat mendatangkan kebahagiaan. Juga sebuah penelitian pada 2008 yang dipublikasikan di jurnal Science menemukan bahwa mereka yang memberikan uang kepada orang lain dan bukannya membelanjakannya untuk kepentingan mereka sendiri, juga mengalami peningkatan kebahagiaan.

Bukan hanya itu, orang-orang yang menjadi relawan bukan karena tujuan pribadi cenderung hidup lebih lama. Ini berdasar pada sebuah penelitian yang dipublikasikan bulan Agustus 2011 di jurnal Health Psychology. Altruisme atau sifat mementingkan kepentingan orang lain berkaitan erat dengan pertalian (relationship) yang lebih kuat: sebuah studi pada 2006 menemukan bahwa orang-orang yang altruistik cenderung lebih bahagia dalam perkawinan mereka.

Lakukanlah Nostalgia

Orang yang bersifat sosial dan enerjik, orang yang bersifat ekstrovert adalah tipe kepribadian yang paling bahagia. Penelitian yang dipublikasikan pada bulan Juni 2011 di jurnal Personality and Individual Differences menemukan bahwa orang ekstrovert mendapatkan kebahagiaan karena kecenderungan mereka untuk melihat masa lalu dengan nostalgia. Menikmati kenangan yang membahagiakan atau menempatkan yang buruk dalam sebuah cahaya optimistik dapat membantu hidup lebih bahagia.

Catatan: orang ekstrovert adalah orang dengan sifat mudah bergaul, terbuka, enerjik. Orang introvert bersifat tertutup, pemalu, tidak mudah bergaul.
Catatan: mungkin penilaian ini dilakukan di atas perfektif orang ekstrovert. Menurut Jung, orang ekstrovert cenderung menyalahartikan sifat orang introvert. Seorang introvert bisa kelihatan murung karena mereka lebih bersifat kontemplatif, tapi bukan berarti mereka tidak bahagia. Orang introvert pun bisa menikmati kebahagiaan sebagaimana halnya orang ekstrovert.

Seks

seks
Aha! Ini pasti yang paling disukai bapak-bapak dan ibu-ibu! Pokoke katanya mereka yang menikmati hubungan seks yang lebih memuaskan, secara umum lebih bahagia. Juga sebuah penelitian yang dipublikasikan tahun 2010 di jurnal Social Psychological and Personality Science mengungkapkan bahwa pasangan pengantin baru dengan kepribadian neurotik mengalami penurunan kecemasan seiring dengan bertambah baiknya kehidupan seksual mereka. Pelukan dan afeksi fisik (belaian, elusan) juga meningkatkan kebahagiaan pada kaum lelaki.

Jangan Terfokus Padanya

Sebuah studi pada Mei 2011 menemukan bahwa memfokuskan diri terhadap kebahagiaan secara berlebihan malah sebaliknya dapat membuat orang kurang bahagia.
bebas"Menginginkan bahagia bisa membuat anda kurang bahagia," kata peneliti Iris Mauss, seorang asisten professor dalam bidang psikologi pada University of Denver, kepada LiveScience. "Jika anda secara eksplisit dan dengan sengaja terfokus pada kebahagiaan, maka nampak seperti usaha mengalahkan diri sendiri.” 

Studi yang dipublikasikan di jurnal Emotion, menemukan bahwa wanita yang melebihkan nilai kebahagiaan atau terfokus padanya ternyata mengalami kesulitan untuk mencapainya. Boleh jadi orang-orang ini membuat standar kebahagiaan yang terlalu tinggi, kata Mauss. Atau mungkin mereka terfokus pada kebahagiaan pribadi dengan mengabaikan hal-hal yang benar-benar membuat orang bahagia, seperti pertalian dengan teman dan keluarga.


Nah itulah 7 cara supaya anda bahagia. Semoga postingan ini bermanfaat. Kami juga mengajak Anda untuk membagikan postingan ini kepada teman-teman yang lain.

Diterjemahkan dari: livescience.com