Tuesday, October 30, 2012

Standar Kelulusan Ujian Nasional (UN) 2013 Tetap, Hanya Soal Akan Menjadi Lebih Sulit

Standar Kelulusan Ujian Nasional 2013 Tetap

Pemerintah menyatakan bahwa standar kelulusan Ujian Nasional (UN) 2013 tidak akan diubah. Artinya standar kelulusan tetap di angka 5,5 (lima koma lima). Sebelumnya pemerintah menyatakan bahwa ada kemungkinan batas minimum kelulusan siswa dinaikan menjadi 6,0 (enam koma nol).

Tingkat Kesulitan Soal UN 2013 Dinaikkan

Namun demikian, sebaran tingkat kesulitan soal untuk Ujian Nasional (UN) 2013 akan diubah. Jika pada UN tahun 2012 ini sebaran tingkat kesulitan soal adalah 10% mudah, 80 % sedang, dan 10% sukar, maka pada UN 2013, sebaran tingkat kesulitan soal kemungkinan akan menjadi  10% mudah, 70% sedang, dan 20% sukar. 

Terkait masalah ini, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Mohammad Nuh mengatakan, "Masih dianalisis hingga saat ini. Tapi yang mungkin adalah menyebar tingkat kesulitan soalnya." Hal ini dinyatakannya saat jumpa pers penyelenggaraan UN di Gedung A Kemendikbud, Jakarta, Jumat (12/10/2012).

"Yang sedang berkurang jadi 70 persen. Yang mudah tetap 10 persen tapi ini masih dianalisis," ungkap Muhammad Nuh.

Sosialisasi Kisi-kisi UN 2013 Diundur Ke November

Mengenai kisi-kisi soal Ujian Nasional (UN) 2013, yang sebelumnya dinyatakan akan disosialisasikan pada bulan Oktober 2012,  pemerintah menyatakan bahwa sosialisasi akan dilakukan bulan November 2012. Mundurnya sosialisasi ini karena kisi-kisi soal masih terus disempurnakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beserta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Kisi-kisi ditargetkan selesai mingggu kedua atau ketiga bulan November untuk kemudian disosialisasikan ke sekolah-sekolah.

Pemerintah juga menghimbau kepada pihak masyarakat agar berhati¬-hati terhadap pihak-pihak yang mengaku memiliki kisi-kisi soal dalam bentuk butir-butir contoh soal. "Kami tidak mengeluarkan kisi-kisi UN dalam bentuk butiran soal. Tapi hanya tor-nya saja, bukan latihan soal. Hati-hati jika ada pihak yang coba menipu dengan iming-iming akurasi tinggi," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Chairil Anwar Notodiputro. 

Sumber referansi: Kompas.com

Penulis asli tulisan ini ada pada admin smppgrijatinangor.blogspot.com.
Copy paste (copas) silakan, tapi dimohon cantumkan sumber asli tulisan.

Share Article on :

No comments:

Post a Comment