Thursday, November 15, 2012

Kurikulum 2013 SMP Hanya 10 Mata Pelajaran

Di Kurikulum 2013 SMP hanya 10 Mata Pelajaran

Di Kurikulum 2013, jumlah mata pelajaran untuk tingkat SMP  hanya 10 mata pelajaran. Ke 10 mata pelajaran tersebut adalah:

  1. Agama, 
  2. PPKn, 
  3. Matematika,
  4. Bahasa Indonesia, 
  5. Seni Budaya, 
  6. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 
  7. IPA,
  8. IPS, 
  9. Bahasa Inggris, dan 
  10. Prakarya.
Dengan demikian ada beberapa mata pelajaran yang sebelumnya diajarkan di sekolah tingkat SMP yang nantinya tidak lagi menjadi mata pelajaran tersendiri.

Pelajaran yang tidak lagi diajarkan secara tersendiri dan akan diintegrasikan kedalam materi pelajaran lain adalah misalnya mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan bahwa perkembangan teknologi saat ini sangat pesat. Untuk itu, mulai jenjang SMP, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) akan dijadikan sarana pembelajaran pada semua mata pelajaran.

"Jadi TIK menjadi media semua mata pelajaran untuk jenjang SMP ini sehingga anak-anak juga bisa mengenal teknologi dengan baik," kata Nuh saat jumpa pers di Kantor Kemdikbud, Jakarta, Selasa (13/11/2012).

"Tidak ada pelajaran komputer sendiri. Itu semua diintegrasikan dengan mata pelajaran lain," jelas Mohammad Nuh.

Wow...! Apakah ini masuk akal? Menurut kami tidak. Paling tidak untuk kondisi sekarang ini. Tidak sedikit guru-guru mata pelajaran di SMP yang belum menguasai betul perangkat TIK. Kedua, masih banyak sekolah yang kekurangan dalam hal kepemilikan perangkat TIK. Ketiga, guru-guru TIK jadi apa? Tapi, ya terserah pemerintah saja..!
Share Article on :

3 comments:

  1. Kurikulum 2011 Untuk SMP RSBI belum terlasana sepenuhnya, sekarang ada Kurikulum 2013, terus kapan akan terlaksana ?

    ReplyDelete
  2. Memang pendidikan kita suka coba2 belum selesai ganti lg kyak beli premen wae ujung2nya duit lg buat rubah kurikulum. Yang aneh TIK mau dihapus padahal itu pelajaran yang sangat bermanfaat bagi siswa minimal tidak jadi generasi yang gaptek. y semoga berkat masukan yang baik dari guru2 mapel TIK masih bisa diselamatkan dari kebijakan yang ngawur dan penuh sensasi.

    ReplyDelete
  3. aku ga mengerti
    kasihan guru TIK apalagi punya istri dan anak yang harus di biayai
    sekarang kehilangan job untuk mencari penghasilan

    aku semakin kecewa dengan negara ini


    ReplyDelete