Thursday, October 11, 2012

Bagaimana Dengan SMP dan SMA Pada Kurikulum 2013?

kurikulum 2013 smp dan sma

Kurikulum 2013 SMP/SMA Jumlah Mata Pelajaran Akan Dikurangi

Perombakan yang dilakukan pemerintah terhadap kurikulum sekolah dasar (SD) akan diterapkan juga terhadap jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Jika di tingkat sekolah dasar akan ada pengurangan jumlah mata pelajaran maka demikian pula nantinya untuk tingkat SMP dan SMA.

Untuk SMP, yang wajib tetap enam mata pelajaran seperti tingkat SD,  yaitu:
  1. Pendidikan Agama, 
  2. PKn, 
  3. Bahasa Indonesia,
  4. Matematika
  5. Seni Budaya
  6. Penjaskes
Tetapi kemudian akan ditambah Bahasa Inggris dan ilmu pengetahuan seperti IPA dan IPS.
Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim mengatakan, "Untuk SMA, ilmu pengetahuan akan dipecah. Untuk Program (jurusan) IPA ada Matematika, Fisika, dan Kimia. Sedangkan untuk program IPS ada Sosiologi dan Antropologi. Tapi, itu belum selesai dibahas."

Itu berarti akan ada perubahan di sana-sini untuk SMP dan SMA tapi untuk saat ini belum dapat diambil suatu kesimpulan karena belum selesainya penggodokan yang dilakukan pemerintah. Penggodokan diharapkan selesai bulan Desember tahun 2012 ini.

Seperti diberitakan, kurikulum 2013 akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013 dan mulai diberlakukan pada tahun ajaran 2013-2014. Nantinya kurikulum baru ini akan menitikberatkan pada mata pelajaran yang:
  • Membentuk sikap untuk siswa sekolah dasar (Character Building),
  • Mengasah keterampilan untuk siswa SMP, dan 
  • Membangun pengetahuan untuk siswa SMA.

Untuk update terbaru mengenai kurikulum 2013 SMP dan SMA/MA, silakan baca:


penulis asli tulisan ini ada pada admin smppgrijatinangor.blogspot.com.
Copy paste (copas) silakan, tapi dimohon cantumkan sumber asli tulisan.


Share Article on :

15 comments:

  1. Semoga sosialisasi dan penambahan ilmu tentang kurikulum ini bisa diakses dari internet atau media manapun untuk mempermudah guru untuk memahaminya.....
    karna guru sudah capek untuk mengajar dan mempelajari hal yang baru........

    tersedia juga media nya di situs2 yang memang mempelajari kurikulum tersebut hingga mempermudah guru belajar dirumah ataupun sekolah...

    ReplyDelete
  2. Kalau pelajaran Bahasa Inggrs SD dihapus, bagaimana dengan RSBI / SBI SMP ?

    ReplyDelete
  3. Untuk SMP ada pelajaran Bahasa Inggris. Untuk SD, sekolah masih bisa mengajarkan bahasa Inggris sebagai ekskul. Tentang penggunaan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar setiap mata pelajaran di SBI, masih dibahas pemerintah.

    ReplyDelete
  4. mata pelajaran TIK untuk SD/SMP di tiadakan, bagaimana di tingkat SMA?

    ReplyDelete
  5. Sebenarnya bukan dihilangkan, tapi terintegrasi dengan mapel lain. Untuk SMA, masih dalam pembahasan.

    ReplyDelete
  6. Di Sekolah Kami masih banyak siswa yang gagap komputer maklum anak desa. untuk guru-gurunya masih banyak yang pegang mouse saja kikuk gimana ini?

    ReplyDelete
  7. trus guru-guru TIK mau dikemanakan?implikasinya dengn yang sudah sertifikasi bagaimana?

    ReplyDelete
  8. hmmmmm.....
    kurikulum? apapun perubahannya yang pnting sosialisasi yang jelas dan tersedia diberbagai media agar mudah di dapat dan difahami. jangan SAMPAI MENJADI PRODUK MEMBINGUNGKAN dan direpotkan untuk mempelajari dan beradaptasi. yang akibatnya,....NGAJARNA MAH HENTEU HAYO WEH MIKIRAN KURIKULUM NU TE JELAS WAE.......!!!!!

    ReplyDelete
  9. Kalau semuanya belum jelas, kok sibuk di sosialisasi. Pemerintah kurang kerjaan. Matangkan dulu baru ngomong

    ReplyDelete
  10. sekolah semakin berbeda dari jaman saya dulu, sekarang siswa harus aktif jika inginn pinter

    ReplyDelete
  11. itulah kenapa negara kita tidak maju-maju, pemerintah kita terlalu buru2, belum dibahas matang2 langsung tancap gas publikasi

    ReplyDelete
  12. Setuju banget, jangan dipublikasikan dulu sebelum fit, bikin orang bingung dan khawatir.Trus bagaimana dengan sistem SKS apakah dibatalkan?Menyoal draft penjurusan di SMA sih, saya setuju tidak perlu ada penjurusan di SMA.Tentang pengajaran bahasa asing mandarin dan arab yang dicantumkan sebagai mata pelajaran wajib, apakah sudah dipertimbangkan ketersediaan tenaga pengajarnya?(terutama di luar Jawa).Memang benar saat ini perekonomian dunia terutama Cina lagi naik daun,jadi memang kita perlu bahasa mandarin.Namun apabila Cina gak lagi naik daun, kurikulum kita ganti lagi, apa kayak gitu ya kira-kira?.Menurut pendapat saya masalah pembelajaran Bahasa Asing ini, tergantung, kepemilikan guru Bahasa Asing sekolah masing-masing saja, apabila sekolah punya 3 guru bahasa asing (Arab,Jepang,Perancis)ya siswa dipersilahkan saja memilih Arab/Jepang/Perancis, itu yang terbaik menurut pendapat saya, karena tidak mudah mencari guru Bahasa Asing.
    Mohon juga dipertimbangkan dengan adanya perubahan kurikulum akan membuat guru mata pelajaran tertentu jadi penganggur dan atau harus mencari tenaga guru baru yang sangat sulit diperoleh (terutama di luar Jawa)

    ReplyDelete
  13. Masalah penjurusan di Pendidikan Menengah Umum,menurut pendapat saya tidak perlu ada.Terasa lebih bermanfaat, apabila dilaksanakan penggabungan sistem SKS dengan minat pada pendidikan lanjutan.Jadi siswa wajib menempuh mata pelajaran kelompok A dan B, sedangkan pada kelompok C siswa dapat memilih mata pelajaran berdasar minat pada pendidikan lanjutan.Sedangkan pada mata pelajaran pilihan, siswa dapat memilih mata pelajaran pilihan yang ditawarkan oleh sekolah.

    ReplyDelete
  14. mudah2an menjadi lebih baik....seni budaya dan penjas harusnya masuk ke pilihan bakat langsung misal hoby wayang langsung seni wayang misal suka beladiri langsung karate atau kempo...untuk Pkn dan karakter menurutku cukup diwakili Pendidikan agama bila AGAMANYA bagus karakternya juga pasti bagus Bukan BUDI PEKERTI TANPA Landasan yang gak jelas alias subyektif? sosiologi dan antropologi juga kurang pas masukkan saja pilihan yang agak seneng bahasa dan seni toh materi SMA nya acak acakan gak mutu? apalagi pengajarnya comot sana comot sini.....

    ReplyDelete
  15. Sorry pengen meralat. Untuk pemberlakuan kurikulum 2013 akan dilaksanakan pada 2015, nah antara tahun 2013 hingga tahun 2014 itu adalah uji publik. Masyarakat pasti akan memberi masukan terkait kurikulum 2013 ini pasalnya Indonesia sedang bersiap untuk ASEAN Community yaitu bebas semua negara ASEAN untuk keluar masuk negara-negara dalam jaringan ASEAN yang akan dimulai pada tahun 2015. Jadi istilahnya AGNES MONICA, kita sedang bersiap mengusung GO INTERNASIONAL. yuk sama-sama kita beri input, ANAK-ANAK INDONESIA PINTER-PINTER kok, ga beda kayak AMERICA yang makannya nasi juga, ga beda kayak jepang yang suka makan ikan, ga beda kayak eropa yang sarapannya pernah pakai roti? So ini waktunya anak muda Indonesia memimpin!

    ReplyDelete