Monday, November 5, 2012

Kurikulum 2013 Menyeimbangkan Hard Skill Dengan Soft Skill

kurikulum 2013 menyeimbangkan pengetahuan dan sikap


Kurikulum baru 2013 akan menyeimbangkan hard skill dengan soft skill. Yang dimaksud dengan hard skill adalah kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan. Sedangkan soft skill adalah kemampuan bersosialisasi. Mungkin maksudnya adalah menyeimbangkan antara kemampuan kognitif dengan kemampuan afektif.  Atau antara kemampuan  nalar, teori dengan kemampuan sikap (karakter).

Kurikulum 2013 berusaha memperbaiki  Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 dan juga kurikulum-kurikulum sebelumnya, yang terlalu menekankan pada terbentuknya penguasaan teori, kecerdasan otak tetapi kurang memperhatikan pembentukan sikap atau karakter.

”Ada ketimpangan dengan hard skill (berhitung, penguasaan ilmu alam, dan sebagainya). Soft skill banyak yang hilang,” kata Wakil Presiden Boediono, Kamis (1/11), di Kantor Wakil Presiden.

Yang berkaitan dengan kurangnya pendidikan soft skill bisa berupa hilangnya nilai-nilai atau norma-norma yang berupa nilai-nilai sosial, kesetiakawanan, semangat berkorban, toleransi, kedermawanan, cinta tanah air, cinta sesama, menjaga kelestarian alam, norma-norma agama dan nilai-nilai yang lain.  Nilai-nilai semacam ini memang semakin pudar karena kurang mendapat porsi dalam sistem atau kurikulum pendidikan sekarang ini. Ini akibat terlalu terfokusnya pendidikan di semua jenjang terhadap materi pelajaran yang terlalu luas dan terlalu banyak. Akibatnya guru sebagai ujung tombak pendidikan tersita waktunya untuk mengejar ketuntasan materi. Sementara itu waktu untuk menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan nilai-nilai kurang mendapat perhatian. Akibatnya pembentukan karakter anak didik terabaikan.

Sangat menggembirakan memang ketika pemerintah, melalui kurikulum 2013, bermaksud memangkas jumlah mata pelajaran di tiap jenjang. Ini penting karena selama ini peserta didik tidak bisa mencerna semua mata pelajaran yang demikian banyak. Penekanannya pun lebih pada penguasaan teori (hapalan), bukan pada pemahaman. Peserta didik didorong untuk menghapal beribu teori, tapi tidak didorong untuk belajar berpikir kritis. Peserta didik diibaratkan wadah-wadah kosong yang kedalamnya berusaha dijejalkan (secara paksa) setumpuk materi pelajaran yang tidak jelas urgensinya bagi kehidupan si anak.

Bukan hanya jumlah mata pelajaran, menurut hemat kami, yang harus dipangkas dan di kurangi di kurikulum 2013. Bahkan keluasan dan cakupan tiap mata pelajaran pun harus disederhanakan. Harus fokus apa sebenarnya yang hendak diajarkan dan output apa yang kita harapkan dari proses pembelajaran yang dilakukan. Selama ini cakupan serta materi tiap mata pelajaran begitu meluas, melantur kemana-mana, tanpa kejelasan arah yang hendak dituju. Akibatnya adalah dangkalnya pemahaman. Mempelajari begitu banyak tapi paham hanya sedikit-sedikit.

Tak kalah penting terkait dengan pembentukan sikap (karakter), yang akan diusahakan di kurikulum 2013,  adalah mengintegrasikan materi pelajaran dengan realita atau kenyataan. Selama ini pembelajaran di kelas bagai masuk dunia mimpi, dunia khayal, ruang hampa atau belajar di awan (langit). Itu karena apa yang dipelajari tidak berkorelasi dengan kehidupan nyata. Anak didik belajar tentang nilai-nilai demokrasi tapi tak diajak mencermati kehidupan politik nyata yang anti demokrasi. Si anak belajar tentang indahnya kejujuran dan sikap amanah tapi tak diajak mencermati kenyataan di masyarakat dimana perilaku korup merajalela. Si anak dipaksa belajar ini dan itu, tapi masa depan mereka tak jelas karena semua yang dipelajari itu tak membuatnya memperoleh gambaran tentang di mana dia berada dan apa yang harus dia lakukan (peta kognitif). Segala yang dipelajari tak membuat hidupnya menjadi terang benderang. Yang ada adalah penipuan seolah semua itu penting, sambil tetap menyadari dunia tetap gelap adanya. Singkatnya, apa yang dipelajari harus secara jelas memberi manfaat bagi kehidupan si anak. Ilmu adalah cahaya bagi mereka yang hidup di kegelapan.


Penulis asli tulisan ini ada pada admin smppgrijatinangor.blogspot.com.
Copy paste (copas) silakan, tapi dimohon cantumkan sumber asli tulisan.

No comments:

Post a Comment