Monday, May 6, 2013

Penerapan Kurikulum 2013 Tahun Ini Hanya Untuk Sekolah Eks RSBI dan Sekolah Terakreditasi A


penerapan kurikulum 2013 untuk sekolah terakreditasi A dan eks RSBI
Mungkin saat ini Anda sedang bingung menghadapi rencana perubahan kurikulum pada tahun ajaran 2013/2014 nanti. Pasalnya pemerintah sudah bertekad menerapkan kurikulum baru 2013 mulai tahun ajaran yang akan datang. Tapi nanti dulu, sekolah Anda mungkin tidak termasuk kedalam daftar sekolah yang dijadikan sasaran penerapan kurikulum 2013 tahun ini. Mengapa begitu?

Berdasarkan berita terbaru yang kami dapat, penerapan kurikulum 2013 tahun ini akan diprioritaskan untuk sekolah-sekolah eks RSBI dan sekolah-sekolah yang terakreditasi A saja.  Nah jika sekolah Bapak/Ibu bukan eks RSBI atau tidak terakreditasi A, besar kemungkinan tidak termasuk kedalam sekolah yang akan harus mulai menerapkan kurikulum baru 2013.

Semula memang Kemdikbud berencana mulai menerapkan kurikulum 2013 untuk 32.295 sekolah di seluruh tanah air.   Namun kini jumlah tersebut dipangkas menjadi hanya 6.410 sekolah. Dari jumlah tersebut, untuk tingkat sekolah dasar (SD) ada 2.598 sekolah, untuk jenjang SMP 1.521 sekolah.

Untuk tingkat SMA dan SMK, semula Kemdikbud merencanakan 100% sekolah mulai menerapkan kurikulum baru, tapi kemudian dipangkas menjadi hanya 1.270 SMA (dari 11.572 SMA yang ada) dan 1.021 SMK (dari 10.685 SMK yang ada).

Alasan pemerintah memangkas jumlah sekolah yang akan mulai menerapkan kurikulum baru pada tahun pelajaran mendatang adalah untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada di lapangan. Pemerintah tampaknya menyadari bahwa masih banyak sekolah yang akan kesulitan menerapkan kurikulum 2013 sebagai akibat minimnya sarana prasarana serta sumber daya manusia yang ada. Apalagi jika kita kaitkan dengan kondisi sekolah-sekolah di daerah. Oleh karena itu, pemerintah menegaskan bahwa basis penerapan kurikulum baru ini, berubah dari kabupaten/kota menjadi provinsi. Sehingga nantinya bisa terjadi ada kabupaten/kota di sebuah provinsi yang tidak menerapkan kurikulum 2013.

Dengan penegasan ini dapat kita prediksi bahwa sekolah-sekolah yang akan mulai menerapkan kurikulum 2013 kelihatannya adalah sekolah-sekolah di daerah perkotaan atau daerah yang sudah relatif maju. Hal ini masuk akal karena hanya sekolah-sekolah di perkotaan dan daerah maju saja yang secara sarana serta sumber dayanya sudah cukup memadai.

Apakah ini berita melegakan atau membingungkan? Tentu terpulang kepada Anda yang membacanya. Hanya saja kenyataan ini menyisakan berbagai pertanyaan. M Nuh membantah ini sebagai proyek uji coba. Tapi kenyataan semacam ini justru mengesakan ini sebagai uji coba.  Jika pemerintah menyadari bahwa penerapan kurikulum ini tidak mungkin untuk semua sekolah - terutama sekolah yang belum siap secara sarana - mengapa tak dipikirkan sejak dini? Jika sekolah-sekolah yang sudah siap secara sarana mulai memberlakukan kurikulum baru, lalu kapan sekolah yang lainnya akan siap? Apakah pemerintah akan berusaha memberi segala kelengkapan bagi sekolah-sekolah tersebut dan para tenaga pengajarnya sampai sekolah-sekolah tersebut dinyatakan siap? Berapa lama waktu dibutuhkan? Bisakah dicapai dalam waktu setahun dua tahun? Kesiapan masing-masing sekolah tersebut pun pasti tidak akan serempak dan seragam oleh karena itu butuh waktu yang tak sebentar untuk menerapkan kurikulum 2013 di masa yang akan datang. Kecuali jika pemerintah akan memaksakan penerapannya. Masih banyak pertanyaan-pertanyaan seputar kurikulum 2013 ini. Tapi daripada tambah bingung, lebih baik kita akhiri saja tulisan ini sampai disini. 


Share Article on :

2 comments:

  1. terus kapan dan bagaimana strategi pemerintah untuk mempersiapkan sekolah-sekolah yang sekarang dinilai belum siap? terutama sekolah-sekolah swasta di daerah, jika pemerintah tidak mempersiapkan sedangkan masyarakat itu sendiri tidak mampu mempersiapkannya, nantinya bagaimana?

    ReplyDelete
  2. Berarti sekolah eks RSBI itu hanya ganti nama ya !

    ReplyDelete